"Montor Kol" & Cerita Masa Sekolah
![]() |
| Foto : Isti Gesku |
Di kampung ku ini namanya "Montor Kol".
Dulu adalah satu-satunya kendaraan yang setia mengantarkan ke sekolah.
Sebelum maraknya "angkot ijo" yang lebih nyaman, dan berikutnya sepertinya ilang lagi.
Hanya sebentar masa jayanya angkot ijo. Tergerus oleh sepeda motor. Dimana hampir setiap rumah ada sepeda motor lebih dari satu.
Kembali ke Montor Kol.
Pagi-pagi sebelum jam 6 sudah harus berdiri manis di depan rumah.
Menunggunya selalu antusias. Jika terlambat sedikit rasanya dag dig dug.
Mungkin melebihi dag dig dugnya saat melihat "dia" sedang lewat sekelebat.
(Dia nya pakai tanda kutip karena orangnya bisa diganti suka-suka 😄).
Yang paling seru adalah kalau hari Sabtu.
Karena penumpang nya bukan hanya kita, manusia yang banyak maunya. Tetapi juga akan ada penumpang istimewa. Kadang putih, mulus, dan seksi. Kadang juga hitam, manis, nan eksotis. Sayang keduanya berkaki empat, bukan dua.
Yaitu rombongan kambing yang akan dibawa ke pasar hewan.
Penumpang manusia duduk di kursi kiri dan kanan berhadapan. Sedangkan di tengah-tengah nya dipenuhi oleh si putih-mulus atau si hitam-eksotis tadi.
Na'as. Para pemilik kambing-kambing sepertinya selalu lupa memasangkan deapers. Atau mungkin deapers kambing selalu langka, seperti langkanya minyak goreng saat ini.
Jadi meskipun putih-mulus atau hitam-eksotis mereka tidak sungkan atau sedikit malu. Mereka akan santuy pipis dan pup dengan suka cita. Bahkan kadang masih sempat bersenandung ria, "embek-embek.... " (pakai nada 🎼).
Kalau sudah begitu gak ada guna seragam yang sudah disetrika licin. Gak ada guna juga parfum Pucelle, She, atau Shower to shower.
Kalah sama aroma pesing yang memusingkan.
Gitu ya gak ada yang marah. Kadang malah tertawa. Karena semua akan reflek ngangkat kaki bersamaan.
Turun dari montor kol. Tuang-tuang lagi Pucelle, She, atau Shower to shower nya. Lalu menuju Bus mini sebagai kendaraan kedua.
Turun dari Bus mini, cium bahu kanan, cium bahu kiri, lalu dengan PD melangkah menuju gerbang sekolah.
Benar-benar masa putih-abu yang sangat bahagia untuk dikenangkan.
Terimakasih Montor Kol.
Ternyata hari-hari ini yang gak sengaja berpapasan dengan mu seperti ini sudah mampu membuat bahagia.
Begitulah. Sesuatu yang sangat tidak kita sukai saat kejadian. Justru terkadang menjadi memori yang indah untuk dikenangkan.
Terima saja semuanya, baik suka ataupun tidak suka dengan ikhlas. Karena bisa jadi, suatu saat nanti justru akan membuat kita bahagia untuk mengenangnya. (Isti Gesku)
#menulisituhealing

Komentar