Saling Menyempurnakan Suami & Istri

Foto : Dokumen Pribadi 


Tidak ada suami yang sempurna. Karena memang tak ada istri yang sempurna juga. Yang ada adalah saling melengkapi dan saling menyempurnakan satu sama lain. 
Bukan selalu menuntut suami menjadi baik. Yang ada adalah istri terus memperbaiki diri agar lebih baik. Sebab suami dan istri itu cermin. Bayangan di cermin adalah pantulan dari siapa yang bercermin.

Suami dan istri adalah makhluk hidup yang dinamis, bukan statis. Mereka selalu berubah di setiap waktu dan keadaan. Baik fisiknya, hatinya, apalagi kecenderungan "rasanya". Maka tugas suami dan istri adalah memastikan semuanya berubah ke arah yang lebih baik bersama-sama. 

Itu semua ada proses yang harus dilewati. Dan keimanan dalam dada adalah pondasi. Bukan cinta. Sama sekali bukan. Cinta itu tentang rasa. Dan rasa itu bisa saja berubah kapan saja. Tergantung upaya untuk menjaganya agar tetap ada. 

Sedangkan iman adalah pusat dari segala hal dan tujuan. Iman adalah muara. Menikah karena keimanan kepada Allah SWT. 

Menikah karena niat beribadah kepada Allah SWT. Untuk menyempurnakan separuh agama. Untuk menghindari segala hal yang diharamkan Allah SWT. Ada hal-hal yang tadinya haram menjadi bernilai ibadah di dalam pernikahan. ❤❤❤

Komentar

Anonim mengatakan…
Inspiratif
Anonim mengatakan…
Toop,

Postingan populer dari blog ini

Mengetahui Karakter Asli Sesorang dari Hal-hal Sederhana.

Menikmati Perjalanan Ke Kuningan Jawa Barat

5 Tips Memiliki Rumah dengan Gaji Rendah